Kasus Tewasnya Kepala Sekolah di Hotel, Bupati Tulungagung Nonaktifkan Oknum Guru MSR
![]() |
| Foto : Ilustrasi Google |
TRENGGALEK – Kasus kematian seorang kepala sekolah berinisial S (50) di sebuah hotel di Trenggalek, Jawa Timur, kini tengah diselidiki pihak kepolisian. Saat kejadian, korban diketahui menginap bersama rekan kerjanya, seorang guru SD perempuan berinisial MSR (39). Peristiwa ini memicu perhatian publik akibat munculnya dugaan perselingkuhan, mengingat keduanya sama-sama telah berkeluarga.
Berdasarkan penyelidikan polisi, S dan MSR tiba di hotel pada Selasa pagi untuk beristirahat. Beberapa jam kemudian, MSR panik dan melapor ke pihak hotel karena S tiba-tiba tidak sadarkan diri. Korban sempat diberikan bantuan napas buatan, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Petugas langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta keterangan saksi," ujar pihak kepolisian, dikutip Senin (25/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan tidak ada indikasi korban mengonsumsi obat kuat sebelum meninggal. Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan masalah sirkulasi napasnya.
"Menurut keterangan saksi, korban mengalami sesak napas saat berhubungan badan. Setelah itu, korban seperti tertidur dan tidak bisa dibangunkan," kata Alith.
Dampak dari peristiwa ini, dunia pendidikan setempat terguncang. Menanggapi situasi tersebut, Bupati Tulungagung—daerah asal kedua aparatur sipil tersebut—mengonfirmasi bahwa MSR telah dinonaktifkan sementara dari kegiatan mengajar guna menghindari gejolak di masyarakat.
Sumber : ipol.id - Editor : Gm/@dit

