Lawan Perdagangan Orang, TP PKK Soppeng Edukasi Kader Kenali Modus Digital
SOPPENG - Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng menggelar sosialisasi Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT) yang dirangkaikan dengan pertemuan rutin arisan di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini fokus membekali ratusan kader PKK dari tingkat desa hingga kabupaten untuk mendeteksi dan mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sejak dari lingkungan keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, menegaskan bahwa arisan rutin kini bertransformasi menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menghadapi persoalan sosial, khususnya ancaman eksploitasi terhadap perempuan dan anak.
"Perdagangan orang adalah kejahatan serius. Saat ini pelakunya makin cerdik menggunakan berbagai modus, mulai dari tawaran kerja palsu, beasiswa bodong, pernikahan, adopsi ilegal, hingga jeratan lewat media sosial," ujar Hj. Suarni.
Ia menekankan bahwa keluarga harus menjadi benteng utama perlindungan. Untuk itu, Hj. Suarni menginstruksikan seluruh kader PKK agar aktif menjadi agen edukasi di wilayah masing-masing dengan menyebarkan 5 Langkah Kewaspadaan Keluarga:
Saring Informasi Kerja: Tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang tidak jelas asal-usulnya.
Verifikasi Identitas: Selalu memeriksa keabsahan pihak yang menawarkan pekerjaan, beasiswa, maupun pengasuhan anak.
Awasi Aktivitas Digital: Memantau secara ketat penggunaan media sosial dan komunikasi digital anak-anak.
Buka Jalur Komunikasi: Membangun ruang dialog yang terbuka dan hangat di dalam rumah agar anak tidak mencari pelarian di luar.
Berani Lapor: Segera melaporkan indikasi atau kecurigaan TPPO kepada pihak berwenang atau unit perlindungan setempat.
“Melalui gerakan KIAT ini, kita targetkan seluruh kader mampu mengenali modus pelaku, sehingga kita bisa bersama-sama menjaga Kabupaten Soppeng tetap aman, ramah anak, dan bersih dari praktik perdagangan orang,” harapnya.
Materi inti sosialisasi ini dibawakan oleh Ustadz Nasruddin, S.Ag. (Staf KUA sekaligus Ketua Pokja I TP PKK Kecamatan Liliriaja). Dalam paparannya, ia mengupas tuntas langkah preventif berbasis penguatan fungsi keluarga dan peran aktif komunitas dalam mendeteksi dini potensi TPPO di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dihadiri secara masif oleh jajaran pengurus inti TP PKK Kabupaten Soppeng, Staf Ahli, para Ketua Pokja, serta seluruh Ketua TP PKK tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan se-Kabupaten Soppeng.

