BREAKING NEWS
Deskripsi-Gambar

Bupati Soppeng Hadiri Musyawarah Tani Mattudang Tudangeng Perkuat Sinergi Pemerintah dan Petani

SOPPENG - Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, secara resmi membuka Musyawarah Tani Mattudang-Tudangeng Tingkat Kabupaten Soppeng yang digelar di Ruang Rapat Kantor Gabungan Dinas, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini merupakan forum strategis tahunan yang mempertemukan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dalam rangka evaluasi dan perencanaan intensifikasi pertanian di Kabupaten Soppeng.

Koordinator Fungsional Penyuluh Kabupaten Soppeng, Wahyuni, SP, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Musyawarah Tani ini adalah untuk mengetahui sejauh mana realisasi tanam dan panen intensifikasi padi dan palawija pada Musim Tanam April–September 2025. Mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi petani dan kelompok tani selama musim tanam tersebut.

Wahyuni mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi petani, antara lain dari aspek teknis, masih rendahnya penggunaan benih bermutu dan bersertifikat, waktu tanam yang belum sesuai kesepakatan musyawarah tani, rendahnya penerapan sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang yang belum optimal, serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti tikus, penggerek batang, wereng coklat, dan penyakit blas.

Dari aspek sosial, partisipasi anggota kelompok tani dalam kegiatan kelompok masih rendah, kemampuan pengurus dalam menyelenggarakan pertemuan rutin dan mengelola administrasi kelompok masih terbatas. Sementara dari aspek ekonomi, harga gabah berkisar Rp6.500–Rp6.700 per kilogram, kemampuan pemupukan modal dan akses permodalan kelompok tani masih rendah, kemitraan pemasaran hasil panen belum optimal, serta masih terdapat petani yang memenuhi syarat namun belum tergabung dalam program SUTASOMA BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Soppeng, Mursalin, SE, menyampaikan bahwa Musyawarah Tani Mattudang-Tudangeng bertujuan untuk menyusun rencana kegiatan intensifikasi pertanian Musim Tanam Oktober–Maret 2025–2026, menginventarisasi permasalahan petani dan kelompok tani, serta memperkuat kerja sama antara kelompok tani, penyedia sarana produksi, dan pemerintah.

Ia berharap petani dapat melaksanakan usaha tani sesuai dengan hasil keputusan musyawarah dan petunjuk teknis yang dianjurkan pemerintah, menyusun perencanaan tertulis menghadapi musim tanam mendatang, mematuhi kesepakatan bersama, serta menyerap sisa kuota pupuk bersubsidi di masing-masing kelompok tani. Selain itu, pengecer pupuk bersubsidi diharapkan menyalurkan pupuk secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat harga.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE menegaskan bahwa Musyawarah Tani Mattudang-Tudangeng merupakan forum strategis untuk menyatukan persepsi, menyelaraskan rencana, dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim tanam mendatang.

Bupati menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Soppeng tahun 2024 mencapai 30,35 persen, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan potensi pertanian Kabupaten Soppeng yang sangat besar, dengan luas lahan sawah mencapai 29.256,30 hektare serta lahan perkebunan dan lahan kering seluas 41.631,77 hektare. Produksi pertanian tahun 2024 meliputi padi 247.785 ton, jagung 182.033 ton, dan kakao 6.279 ton.

Terkait sarana produksi, Bupati menyampaikan bahwa alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 masih tersedia dan diharapkan dapat terserap secara maksimal. Selain itu, terdapat alokasi benih mandiri padi seluas 6.440 hektare, benih jagung 250 hektare, serta dukungan benih untuk peningkatan indeks pertanaman melalui program optimasi lahan rawa dan non rawa.

Untuk mendukung pembangunan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Soppeng pada tahun 2025 melaksanakan berbagai program melalui APBN dan APBD, meliputi optimasi lahan, penyediaan alat dan mesin pertanian, pengembangan kawasan komoditas strategis, serta pembangunan prasarana pertanian seperti jalan usaha tani, jaringan irigasi tersier, dan pompanisasi.

Selain itu, Pemkab Soppeng juga telah mengusulkan program pertanian tahun 2026 melalui APBN Kementerian Pertanian dengan nilai usulan lebih dari Rp1 triliun, yang mencakup pembangunan jalan usaha tani, irigasi, dan optimasi lahan.

Bupati berharap Musyawarah Tani ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membahas kesiapan lahan, sarana produksi, penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, penerapan pola tanam dan tanam serentak, serta langkah antisipasi terhadap perubahan iklim dan organisme pengganggu tanaman.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah, pimpinan OPD terkait, perwakilan perangkat daerah provinsi terkait, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya.


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image